Jumat, 02 Desember 2011

My Thumb is Sliced Off

Batam, 1 Desember 2011, 05.11 PM. Sepandai - pandainya orang bermain pedang, pasti pernah luka karena pedangnya sendiri. Begitu juga dengan saya, keseringan maen cutter, akhirnya cutter itu pun minta korban juga. Malangnya, korban kali ini jempol kiri yang sama sekali tidak mengetahui permasalahan antara saya dan cutter. -_-


Kronologis kejadian: 
04.45 PM : Persiapan pergi ke kelas OPS (Open Public Seminar)
04.50 PM : Ngeprint judul buat mading pengumuman,
04.59 PM : Selesai ngeprint dan siap buat potong kertas. Tetap andalannya cutter.
05.09 PM : Proses potong - memotong berjalan lancar, sampai sadar bahwa waktu sudah mepet. (mempercepat proses potong)
05.11 PM : Dengan tekanan yang cukup kuat dan cepat, tarikan cutter itu tiba-tiba berubah haluan mengoyak jempol kiri saya. Jempol terisis cukup dalam dengan kulit dan daging yang terkelupas / terisis. Darah pun bercucuran tanpa henti.
05.21 PM : Darah masih mengucur layaknya air, kepala tiba - tiba pusing seperti mau tumbang / pingsan.
05.22 PM : Mengikat kuat bagian bawah jempol dengan kain untuk menghentikan darah yang terus keluar.
05.33 PM : Beli perban (sempat - sempatnya perban dirumah abis -_-), sama beli sari kacang hijau dan lain - lain untuk memulihkan kondisi tubuh. (Belajar dari PMI)
05.40 PM : Darah pun sudah cukup dirasakan berhenti, namun karena koyakannya besar saat memberikan antiseptik, darah pun masih sedikit keluar. Langsung saya perban dan ikat yang kuat. (akhirnya seperti gambar diatas)

0 Comments:

Poskan Komentar