Sabtu, 05 November 2011

Edisi Rihlah

Kali ini posting tentang kegiatan rihlah (jalan - jalan) yang telah saya lakukan. Kegiatan rihlah menjadi kegiatan yang penting dan sering kami lakukan saat ini. Daripada tidak ada bekasnya sama sekali, maka bagusnya saya simpan di blog ini, sebagai memori yang bisa saya lihat kapan saja.

1. Rihah ke ujung Pulau Galang
Rihlah ini dilaksanakan pada 16 Oktober 2011, tepat seminggu sebelum kejadian kecelakaan si Gun. Kali ini yang bisa ikut juga nggak banyak, cuma saya, ustad, Topik, Amin, Gun. Rencana awal sih naik motor rame - rame, eh ternyata ustad bawa Jazz merah, akhirnya karena sedikit kami berangkat menggunakan mobil. Lumayan nggak kepanasan jadinya, hehe.

Sambil ngitungin kilometer, akhirnya sampai juga di ujung pulau galang, pulau terujung dari rentetan jembatan Barelang. Karena kurang menarik, kami hanya numpang makan siang disitu dan kembali jalan mencari pantai yang representatif buat kami berenang, akhirnya kepilih pantai Mirota. Dengan petugas masuk yang cukup aneh, bayar tiket masuk untuk 4 orang (Padahal kan kami berlima di mobil, sapa yang bisa ngilang kayak tuyul nih, haha).

Di pantai Mirota kami maen banana boat, berempat (ustad nggak ngikut, jagain tas :p -dasar anak kurang ajar-). Karena emang kami berempat bukan atlet binaraga ataupun angkat besi, jadi berat tubuh pun maksimal 50, terbang -terbang lah tu banana boat kayak nggak ada awaknya, haha. Alhasil nyungsep ampe 4 kali, sampe yang bawa speed boat bawa pelan - pelan tu banana boat, haha.

2. Visit Curug Hutan Lindung Muka Kuning
Ini merupakan kali kedua kami mengunjungi tempat ini. Sebelumnya juga sudah saya tulis di blog ini. Tapi tetap nggak sama, kali ini lebih punya nilai survival yang lebih, hehe (macam betol aje :p). Dan perjalanan kali ini minus Gun, yang sok pengen ikut padahal kakinya lagi di Gips. Ckckck.


Perjalanan kali ini cukup menantang, kenapa? karena saya dan ustad harus berjalan mendaki dan turun gunung tanpa alas kaki. Bukannya sok jago, tapi sepatu kami menjadi tak berguna karena kami harus menyebrangi beberapa jembatan kayu yang roboh tenggelam di bawah air. Alhasil nyebrang dengan air diatas lutut serta licinnya tanah liat menambah serunya perjalanan kami. Terapi batu, licinnya medan, serta tersandung akar - akar pohon dihutan pun memberikan sensasi yang bebeda, tak percaya? cobain sendiri deh, hehe.

Sesampainya di curug, mulailah si Bolang (Bocah Ilang) amin berulah. Dengan berbekal pengetahuan dari kampung menjerat ikan - ikan kecil menggunakan botol aqua, dia pun segera beraksi. Yang nggak habis pikir, setelah dapet udang kecil, eh tiba - tiba langsung dia makan tuh udang mentah - mentah. Parah betol budak ini, semoga anak udangnya nggak ngeliat emaknya dimakan secara tragis seperti itu.

Karena rencana awalnya makan siang setelah keluar dari hutan, maka yang terjadi adalah "kelaparaaaaaaaaaaaan". Beruntunglah ada si Zaki (berang - berang, :p) dan rombongan Rumah Zakat yang dateng dengan ransum berlebih. Alhamdulillah ya, makan siang aman, hehe. Emang dasar rezeki nggak kemana, didalam hutan pun bisa dapet makan siang, gratis lagi. wkwkw :D

Kegiatan selanjunya adalah maen - maen aer. Yang mau berenang silahkan, yang mau nangkep ikan silahkan, yang mau terjun dari tebing atas monggo, yang mau makan doank nah itu saya, hehe.


0 Comments:

Poskan Komentar