Selasa, 25 Oktober 2011

Sabarlah sahabat (Tribute to Gunawan)

Hari ini merupakan hari ketiga menemani sahabat kami yang mengalami kecelakaan (23/10). Kecelakaan yang tidak kami duga sebelumnya, kecelakaan yang saat ini merenggut senyum dan keceriaannya. Hanya ringisan kesakitan yang selalu ia keluhkan.

Sebenarnya saya adalah orang yang paling tidak kuat berada didekatnya saat ini. Mendengar rintihan - rintihan kesakitan yang mengoyak -ngoyak hati tanpa tau harus berbuat apa untuk meringankan penderitaannya. "Sakit gi, aku nggak kuat nahan lagi ini", rintihannya pada saya saat mendampinginya.

Ya Allah, kalo bisa nangis saya nangis sederas - derasnya. Masih ingat ingat kata yang pertama kali ia katakan pada kami beberapa saat setelah kecelakaan, "jangan tinggalin aku sendirian, aku sendirian disini (dibatam)". Hal itu pun menambah  kesedihan kami. Kami terus berhusnudzon kepada-Nya, ini hanya sebuah proses sulit yang harus kami lalui besama.

Buat sahabat kami yang masih terbaring lemah tak berdaya, semoga engkau sabar dalam ujian ini, teruslah berprasangka baik terhadap-Nya, Biarlah beberapa jahitan, memar - memar di wajahmu itu serta birunya kelopak matamu membuat engkau tidak tampan sementara. Percayalah semua ini cuma sementara. Tulang-tulangmu yang retak akan Allah pereratkan kembali. Ingat kata ustad kita, tawakal tingkat tinggi, cuma itu yang harus kita lakukan dengan tambahan bumbu ikhtiar, do'a, sabar dan ikhlas.

Buat sahabat - sahabatku yang lain, taufik, amin, juank, bagas, purnama, yang senantiasa meluangkan waktu, tenaga untuk terus membantu dan menjaga gun dengan ikhlas, semoga Allah membalas dengan kebaikan - kebaikan berlipat ganda. Terima kasih semua.

4 Comments:

  1. everyone sad here,
    hopefully this difficult time will pass away soon,
    amin

    BalasHapus
  2. kemaren waktu jenguk, udah agak tampan kok kak. Jangan sedih lagi ya :)

    BalasHapus
  3. iya kayak anak EMO, matanya di hitam - hitamin,
    hehe

    BalasHapus