Selasa, 12 Juli 2011

“Terlalu” yang tidak baik

Kata yang cukup familiar bagi kita, “terlalu”. Apalagi bila dengan logat Bang Haji yang sering dijadikan joke yang popular juga, ter la lu, haha :D. Kata ini ternyata cukup menarik ketika diskusi pekanan kami, oom menjadikan kata “terlalu” ini sebagai preambule menuju topik bahasan kami kala itu.

Ternyata kata ini memiliki efek yang begitu berbahaya. Mau tau kenapa? Sabar donk, hehe (sungguh ter la lu :D). Nah kalau kita perhatikan seksama, kata terlalu ini menimbulkan efek negative pada setiap kata yang melekat padanya, walaupun kata atau definisi kata itu baik.

Coba deh bayangin, baik itu bagus tapi “terlalu baik” juga tidak bagus, serius itu bagus, tapi “terlalu serius” frustasi jadinya, terus hidung mancung itu keren, tapi kalo “terlalu mancung” jadi kayak pinokio dong, iyakan? Haha :D. Itu buat kata-kata baik (positif), apalagi buat kata-kata tidak baik (negative), jadinya makin parah. Contohnya, jahat menjadi “terlalu jahat”,  jelek menjadi “terlalu jelek”, sadis menjadi “terlalu sadis”, serem kan?.

Masih banyak kata yang lainnya, coba saja sendiri :)

5 Comments:

  1. owhhh,, terlalu cantik kayak aku juga gg boleh yah kakak. hahahaha....
    =p

    BalasHapus
  2. hah, terlalu alay = "lebay" itu baru lu bi, atau terlalu labil = "ababil" hahaha :D

    BalasHapus
  3. yang penting axis be...
    =p

    hahahahaha...

    BalasHapus
  4. sungguh terlalu kurus....
    =p

    BalasHapus
  5. @Wa : kebanyakan nonton iklan axis nih budak, haha.

    @Anonymous : hmm, macam tau saje, hehe

    BalasHapus